Puisi Puasa | Bulan Seribu Bulan


Bulan Seribu Bulan
dienim

Temaram malam menghilang
Seiring menyingsing fajar
Seakan masih terngiang dalam ingatan,
Tatkala setahun lalu masih berkesempatan ,
Jalankan ibadah Ramadhan,

Hari berganti, bulan berputar
Iringi rotasi menurut Sang Khalik.
Putaran masa mengajak kita kembali
menyongsong Sang Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan,
Bulan seribu bulan
Bulan yang penuh rahmat,
maghfirah dan ampunan-Nya

Sebelum imsyak sahur pertama,
-Sebelum kita arungi samudera pahala
Mengayuh dengan rasa sabar,
Menahan nafsu, angkara,
Maupun rasa iri-
Menjelajah sejuta hikmah
Mengejar ridho Illahi Rabbi-

Inginnya raga berhadapan
Ucapkan maaf dengan nyata.
Namun ruang memang terpisahkan
Ada jarak memisahkan
Dengan kerendahan hati,
Luangkan hati yang lapang
Ku berharap
-Mohon maaf lahir dan batin.
Mohon maaf segala kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja
Temaram malam menghilang
Seiring menyingsing fajar
Seakan masih terngiang dalam ingatan,
Tatkala setahun lalu masih berkesempatan ,
Jalankan ibadah Ramadhan,

Hari berganti, bulan berputar
Iringi rotasi menurut Sang Khalik.
Putaran masa mengajak kita kembali
menyongsong Sang Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan,
Bulan seribu bulan
Bulan yang penuh
Rahmat, maghfirah dan ampunan-Nya

Sebelum imsyak sahur pertama,
-Sebelum kita arungi samudera pahala
Mengayuh dengan rasa sabar,
Menahan nafsu, angkara,
Maupun rasa iri-
Menjelajah sejuta hikmah
Mengejar ridho Illahi Rabbi-

Inginnya raga berhadapan
Ucapkan maaf dengan nyata.
Namun ruang memang terpisahkan
Ada jarak memisahkan
Dengan kerendahan hati,
Luangkan hati yang lapang
Ku berharap
-Mohon maaf lahir dan batin.
Mohon maaf segala kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja-

29 Juli 2011
http://dienim.wordpress.com


Category Article